Pilihan Warna
Standar
Tulisan kuning pada latar biru
Tulisan hitam pada latar kuning
Tulisan kuning pada latar hitam
Ukuran Huruf
Menurunkan
Standar
Membesarkan

BERANDA > Ada Apa di Ishikawa > Kebudayaan Samurai

Konten utama dari sini.

Kebudayaan Samurai

Zaman Samurai bermula di Jepang bersamaan dengan saat Raja Richard I di Inggris (Richard Lionheart) mengawali perang salib ketiga di tahun 1190an. Untungnya, selama bertahun-tahun zaman berganti mulai dari Zaman Edo (ketika daerah Kaga-han dan Klan Maeda menjadi urutan kedua di bawah Keshogunan Tokugawa) ke Zaman Meiji, dan berlanjut ke Zaman Taisho dan Zaman Heisei, Prefektur Ishikawa selalu terhindar dari perang yang merusak. Sebagai hasilnya, Ishikawa masih memiliki banyak aspek kuno dari samurai atau kebudayaan pejuang yang masih berkembang hingga saat ini.

Simbol yang paling mewakili kebudayaan samurai adalah Taman Kastil Kanazawa, yang berlokasi tepat di tengah Kanazawa. Di tahun 1546, saat zaman Sengoku (negara-negara berperang) akan berakhir, Adipati Toshiie Maeda mulai menghuni kastil Kanazawa, dan selama 300 tahun, klan Maeda membentuk landasan berdirinya daerah kadipaten Kaga-han. Selain kastil ini, masih banyak lagi fasilitas yang tersisa dari zaman feodal yang menunjukkan bagaimana dulu samurai hidup.

 

Salah satu dari fasilitas tersebut adalah Distrik Kediaman Samurai Nagamachi., yang merupakan sebuah lingkungan dimana Klan Maeda dulunya tinggal. Anda dapat mengunjungi Rumah Nomura, dimana samurai berpangkat menengah dulunya tinggal, serta Museum Ashigaru (Prajurit Infanteri) Shiryokan, dimana Anda dapat menyaksikan hidup sederhana prajurit berpangkat rendah dan jenis pekerjaan yang dulu mereka lakukan. Di distrik ini Anda dapat melihat gaya hidup samurai berbagai tingkatan pangkat selama zaman feodal. Sebagai tambahan, Anda juga dapat melihat baju perang seluruh tubuh dan persenjataan serta banyak artefak samurai lainnya yang dimiliki oleh kepala ajudan Klan Maeda, keluarga Honda, di Museum Honda Zohinkan.

 

Ada juga Kuil Myoryuji, biasa dikenal sebagai Kuil Ninja. Pada Zaman Edo, Klan Maeda adalah klan terkaya kedua setelah Klan Tokugawa, karena itu selalu diawasi dengan seksama oleh pemerintah Shogun. Kumpulan kuil ini berlokasi tidak jauh di luar lingkungan kota kastil, sengaja ditempatkan secara strategis untuk menghalang musuh apabila klan Maeda dan pemerintah Shogun berperang. Di antara kuil-kuil ini ada kuil Ninja, yang dibuat sebagai pertahanan dari penyusup luar dengan adanya beberapa muslihat cerdik, seperti terowongan dan tangga tersembunyi untuk adipati feodal agar dapat bersembunyi. Kuil ini memiliki desain yang berliku dan rumit, sehingga oleh karena itulah kuil ini sering disebut Kuil Ninja.

 

Pertimbangkanlah untuk mengambil ‘Tur Pencarian Sang Samurai’ saat Anda berwisata menyusuri prefektur ini. (tautan)